• +62251- 8328827

LKIP

BAB I
P E N D A H U L U A N
A. GAMBARAN UMUM
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kota Bogor memberikan gambaran
tentang pelaksanaan kinerja yang dilakukan selama satu tahun anggaran. LKIP pun
disajikan sebagai salah satu bahan evaluasi dari rangkaian program yang dicanangkan
pada awal tahun anggaran serta sebagai bahan pijakan dalam menyusun langkah-langkah
strategis pada tahun berikutnya.
Bertitik tolak dari RPJMD Kota Bogor Tahun 2015 – 2019, Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor serta memperhatikan Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang
Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan
Kinerja Instansi Pemerintah; maka penyusunan LKIP Tahun 2016 berisi ikhtisar
pencapaian sasaran sebagaimana yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan
dokumen perencanaan.
Pencapaian sasaran dalam LKIP merupakan informasi mengenai pencapaian
sasaran RPJMD dan realisasi pencapaian indikator kinerja yang disertai dengan
penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja. Dengan demikian, LKIP Kota Bogor
Tahun 2016 merupakan bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan oleh Walikota selama Tahun 2016.
Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan
Undang-Undang tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
maka untuk menyelenggarakan kewenangan yang telah diamanatkan oleh peraturan
tersebut perlu dilaksanakan laporan pelaksanaan kegiatan secara baik.
Peraturan Daerah Kota Bogor tentang Organisasi Perangkat Daerah bahwa
kewenangan Bidang kebudayaan dan Pariwisata dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor
Berdasarkan Perda tahun 2015 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor merupakan penunjang dan
pelaksana teknis di bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Dengan maksud untuk efisiensi
dan kerja sama dalam tanggungjawab akan pelaksanaan tugas yang dianut oleh Tupoksi
Dinas akan mempermudah dalam pembinaan, pengawasan, baik pegawai maupun
pelaksanaan operasional Dinas.
B. SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor tahun 2016 sebagai berikut:
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja ini memuat tujuan dan sasaran yang
telah ditetapkan dalam Rencana Strategi dan sejauh mana Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Bogor mencapai tujuan dalam rangka mencapai Visi dan Misi untuk
penyelesaian serta penanggulangan masalah yang dihadapi secara sitematis di susun
sebagai berikut:
RASK
DPA
RPJMD Pemkot Bogor Renstra
DISBUDPAREKRAF
Rencana kinerja
Pemkot Bogor Rencana kinerja
DISBUDPAREKRAF
Arah Kebijakan
umum
RAPBD
APBD
LAKIP
DISBUDPAR
LAKIP
Pemkot Bogor
BAB I. PENDAHULUAN.
Memuat tentang Latar Belakang, Gambaran Umum, Tupoksi, Kedudukan dan
Struktur Organisasi Disbudparekraf, Landasan Hukum.
BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA.
Berdasarkan Renstra Disbudpar dalam hal ini akan menguraikan secara singkat
VISI, MISI, Tujuan, Sasaran dan Strategi serta kajian tentang kinerja tahun 2016
dan menguraikan pelaksanaan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan serta hal-hal
penting dalam perencanaan dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja).
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA.
Menguraikan hasil pengukuran kinerja, Evaluasi, Pencapaian Sasaran Instansi,
penjelasan atas capaian serta informasi lain yang berkaitan, hambatan - hambatan,
permasalahan yang dihadapi, Realisasi Target Tahunan serta mengambil langkahlangkah untuk mencapai sasaran agar mempunyai dampak kepada perkembangan
kebudayaan pariwisata dan ekonomi kreatif di kota Bogor.
BAB IV. PENUTUP.
Kesimpulan dan Tinjauan secara umum mengenai keberhasilan dalam rangka
pelaksanaan kegiatan pada Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kota Bogor yang akan disajikan sebagai pertimbangan dalam melanjutkan kegiatan
Dinas pada tahun berikutnya.
C. DASAR HUKUM
LKIP Pemerintah Kota Bogor Tahun 2016 disusun berdasarkan peraturan sebagai
berikut:
a. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah;
b. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan
Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
c. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat
Daerah (Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2010 Nomor 1 Seri D) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2010 tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2014 Nomor 2
Seri D);
d. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rumah Sakit Umum
Daerah Kota Bogor.
e. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor.
f. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2015-2019.
D. KEDUDUKAN
a. Kedudukan.
Pelaksanaan Otonomi Daerah pengelolaan teknis pelayanan Kebudayaan dan
Kepariwisataan, secara kelembagaan dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, berdasarkan Peraturan Daerah Kota
Bogor Nomor 3 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
Keputusan Walikota Bogor No. 36 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas Pokok
dan Fungsi Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor,
menegaskan bahwa kedudukan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kota Bogor adalah sebagai unsur pelaksana teknis di bidang Kebudayaan dan
Kepariwisataan, memiliki kewenangan Otonomi Pemerintah di bidang Kebudayaan
dan Kepariwisataan dan merupakan bagian dari Perangkat Organisasi Pemerintah
Kota Bogor.
b. Tugas Pokok.
Berdasarkan Peraturan Walikota Bogor Nomor 36 tahun 2009 Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Kota Bogor mempunyai
tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintah bidang Kebudayaan dan
Pariwisata.
c. Fungsi.
a. Perumusan kebijakan dan bimbingan teknis dibidang kebudayaan dan
pariwisata.
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang
kebudayaan dan pariwisata.
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang kebudayaan dan pariwisata.
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
E. STRUKTUR ORGANISASI.
Pelaksanaan operasional Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota
Bogor didukung potensi sumber daya manusia, diuraikan dalam bentuk Struktur
S2 11 Pembina Utama Muda 1 IV/c 1
S1 12 Pembina Tk I 1 IV/b 1
D3 3 Pembina 5 IV/a 5
SMA 12 Penata Tk. 1 5 III/d 5
Penata 2 III/c 2
Penata Muda Tk. 1 5 III/b 5
Penata Muda 7 III/a 7
Pengatur Tk I 1 II/d 1
Pengatur 1 II/c 1
Pengatur Muda Tk. 1 6 II/b 6
Pengatur Muda 2 II/a 2
TKK 2 2
Dinas Kebudayaan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Kota Bogor
38
KUALIFIKASI PERANGKAT DAERAH (KONDISI TAHUN 2016)
No. Perangkat Daerah SKPD
Jumlah
Personil
(Orang)
Kualifkasi
Pendidikan
Jumlah
Personil
(Orang)
Pangkat
Jumlah
Personil
(Orang)
Golongan
Jumlah
Personil
(Orang)
STRUKTUR PANGKAT DAERAH (KONDISI TAHUN 2016)
(JML) (JML) (JML) (JML) (JML) (JML) (ORG) (ORG) (ORG) (ORG) (ORG) (ORG) (ORG)
14 3 3 8 1 4 11 16 38
FUNGSIONAL
Dinas Kebudayaan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Kota Bogor
NO. PERANGKAT DAERAH SKPD UPTD ESELON I ESELON II ESELON III ESELON IV STRUKTURAL
JUMLAH ESELON PEJABAT
JUMLAH
TU SUB. BAG/ SELURUH
SUB. BID
BIDANG/
BAGIAN
SEKSI
Bagan Struktur Organisasi adalah sebagai berikut:
STRUKTUR ORGANISASI
KEPALA DINAS
SEKRETARIS
SUB BAG UMUM
DAN
KEPEGAWAIAN
SUB BAG
KEUANGAN
SUB BAG
PERENCANAAN
DAN PELAPORAN
BIDANG
KEBUIDAYAAN
BIDANG
PARIWISATA
SEKSI
KESENIAN
SEKSI
PELESTARIAN
BENDA CAGAR
BUDAYA
SEKSI
PEMELIHARAAN DAN
PENGEMBANGAN
NILAI TRADIDIONAL
SEKSI JASA DAN
SARANA
PARIWISATA
SEKSI
PENGEMBANGAN
DAN PROMOSI
PARIWISATA
SEKSI OBYEK
DAN DAYA
TARIK
PARIWISATA
KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL
BIDANG
EKONOMI
KREATIF
EKONOMI
KREATIF
BERBASIS
SENI DAN
BUDAYA
EKONOMI
KREATIF
BERBASIS
MEDIA, DESAIN
DAN IPTEK
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. PERENCANAAN
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor dihadapkan kepada
masalah utama sebagai berikut:
1. Sistem pengelolaan data yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan
pada dinas belum tertata dengan baik.
2. Koordinasi dalam pelaksanaan kebijakan strategis dinas belum terlaksana secara
terpadu.
3. Mutu sumber daya manusia belum mendapat pembinaan yang memadai agar sesuai
dengan kebutuhan peningkatan mutu pelayanan prima.
4. Pengembangan budaya kerja belum mendapat pembinaan yang terstruktur, terencana
dan secara berkelanjutan.
5. Pelayanan publik melalui bidang masing-masing belum sesuai dengan harapan
masyarakat.
6. Pengembangan Bogor sebagai kota wisata pendidikan, wisata kuliner, wisata ilmiah,
wisata belanja, wisata ziarah dan sejarah belum terfasilitasi secara terencana dan
terprogram.
7. Pengembangan budaya tradisional belum terintegrasi ke dalam potensi pada bidang
kepariwisataan, pendidikan, potensi ekonomi dan industri Kota Bogor.
8. Belum terpenuhinya tenaga ahli kesenian dan kebudayaan yang profesional.
9. Strategi kerja sama dengan pihak eksternal dalam pelayanan informasi masih belum
mendukung sistem kerja sama yang sinergis dan harmonis.
10. Sistem pengelolaan data secara integratif secara teknologi bagi pelayanan yang lebih
efektif belum tersedia.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Dengan mengacu kepada tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, dirumuskan Visi dan Misi sebagai berikut:
V i s i dan Misi
Misi 4: Menjadikan Bogor sebagai kota jasa yang berorentasi pada kepariwisataan
dan ekonomi kreatif
Untuk mewujudkan visi dan misi diatas maka ditetapkan 6 (enam) nilai-nilai yang
menjadi dasar pelaksanaan Renstra Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kota Bogor tahun 2015 -2019 yaitu:
1. Mewujudkan aparatur di lingkungan Disbudparekraf yang beriman, bertaqwa,
berakhlak mulia, mengembangkan toleransi antar umat beragama, mengembangkan
terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanusian, tanpa membedakan latar
belakang budaya, suku, ras, agama dan lain-lain, mewujudnya keseimbangan antara
hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan bermasyarakat sehingga nilai-nilai
luhur budaya dihayati dan diamalkan;
2. Meningkatkan semangat persatuan, kerukunan, toleransi, kepedulian, dan tanggung
jawab sosial;
3. Mengembangkan organisasi sosial kemasyarakatan, dan
4. Mewujudkan mekanisme kontrol di dalam kehidupan bermsyarakat transparansi;
akuntabilitas,
5. Mewujudkan keadilan dalam distribusi pendapatan, sumberdaya pekonomian
penguasaan aset ekonomi, pelayanan umum, bagi seluruh lapisan masyarakat
membuka peluang yang lebih besar bagi kelompok ekonomi kecil,
6. Meningkatkan kualitas SDM pada bidang kebudayaan dan pariwisata, disiplin kerja,
pengembangan teknologi untuk menghadapi keragaman budaya Indonesia.
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor di masa depan
menjadi perangkat daerah yang mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
bersinergi dan mengikuti arus globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
perekonomian.
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor dalam
merumuskan visinya bersandar dan diarahkan untuk menudukung terealisasinya visi dan
misi Pemerintah Kota Bogor yaitu :
Visi
Terwujudnya Bogor sebagai Kota budaya yang berorientasi pada Industri
Pariwisata dan Industri kreatif
Misi :
1. Mewujudkan pengembangan keragaman dan kualitas Seni budaya sebagai alat
promosi pariwisata.
2. Memfasilitasi pengembangan potensi sanggar seni budaya yang partisipatif dalam
melestarikan seni budaya.
3. Membantu dan memfasilitasi pengembangan peran lembaga mitra Kebudayaan dan
Pariwisata dalam menunjang industri pariwisata.
4. Meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas lembaga kebudayaan dan pariwisata
berdasarkan standar nasional.
5. Memberdayakan peran komunitas seni dan peran serta masyarakat dalam
penyelenggaraan pengembangan kebudayaan dan pariwisata.
6. Serta industri kreatif guna menunjang tujuan wisata Kota Bogor
7. Mewujudkan ekonomi kreatif sebagai unsur pengembangan kebudayaan dan
kepariwisataan 
B. RENCANA KERJA TAHUN 2016
1. Tujuan
Berdasarkan Visi dan Misi Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Kota Bogor tahun 2015 - 2019 maka ditetapkan tujuan sebagai berikut:
a. Meningkatnya akselerasi dan kualitas penyelenggaraan kebudayaan
kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
b. Meningkatnya keselarasan, keserasian dan keseimbangan pembangunan
kebudayaan kepariwisataan dan ekonomi kreatif
c. Meningkatnya akuntabilitas, kapasitas, dan pencitraan publik sumber daya
kebudayaan kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
2. S a s a r a n.
Sedangkan Sasaran yang ingin dicapai Dinas Kebudayaan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Kota Bogor tahun 2015 ditetapkan sebagai berikut:
1. Terwujudnya pedoman, norma, kriteria, standar dan prosedur untuk mendukung
pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan.
2. Meningkatnya kegiatan perintisan, bimbingan dan supervisi pembangunan
kebudayaan dan kepariwisataan.
3. Meningkatnya peluang kemudahan dan bantuan dalam mendorong
pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan.
4. Meningkatnya kerjasama dengan daerah lain di bidang kebudayaan dan
kepariwisataan.
5. Meningkatnya kualitas, kuantitas dan manfaat penelitian dan pengembangan,
dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia.
6. Meningkatnya pengawasan, pengendalian, koordinasi dan kerjasama lintas
sektor, wilayah dan lembaga.
3. Strategi.
Dari hasil analisis lingkungan strategis, dirumuskan beberapa strategi yang
digunakan untuk menjawab dan memberi solusi atas permasalahan-permasalahan
tersebut di atas. Perumusan strategi pada dasarnya mencakup strategi
mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, strategi menggunakan
kekuatan untuk mencegah dan mengatasi ancaman, strategi mengurangi kelemahan
untuk memanfaatkan peluang, dan strategi mengurangi kelemahan untuk mencegah
dan mengatasi ancaman, sebagai berikut:
a. Mengelola administrasi budaya tradisional dan pariwisata yang efektif dan
efisien dalam rangka mendukung efektivitas kinerja Dinas.
b. Menciptakan Bogor sebagai Kota budaya dan pariwisata dan memperluas
jaringan informasi untuk pengembangan pelayanan publik.
c. Menyebarkan informasi pariwisata melalui sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi baik melalui media elktronik maupun media cetak
dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang berkembang dinamis.
d. Penguatan layanan kepariwisataan yang terintegrasi dalam rangka mendukung
pengembangan Kota Bogor dalam bidang kebudayaan, aktivitas ekonomi
masyarakat, bidang pendidikan, dan industri produktif dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bogor
e. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan berketerampilan
untuk mendukung masyarakat Kota Bogor sebagai learning society dengan
dukungan mutu sumber daya manusia yang terbina secara terencana dan
berkelanjut
C. PROGRAM KERJA
Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan maka dalam
pelaksanaannya ditungkan dalam kebijaksanaan, program dan kegiatan yang akan
dilaksanakan setiap tahunnya dalam kurun waktu lima tahun sesuai dengan rencana
strategis Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor yang telah
ditentukan.
Untuk meleralisasikan tujuan tersebut di atas, maka program kerja Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor pada tahun 2015
memprioritaskan program kegiatan sebagai berikut :
1. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Kota Bogor.
2. Peningkatan kualitas pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah .
3. Peningkatan pengembangan dan pelayanan pariwisata daerah.
4. Peningkatan kerjasama Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan daerah
lain.
INDIKATOR KINERJA
Dengan mengidentifikai diantara faktor dominan dari kondisi obyektif lingkungan
internal dan eksternal diharapkan dapat menjembatani terlaksananya rencana yang akan
dilaksanakan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor dalam
upaya merealisasikan Visi dan misi untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan secara
terencana dan berkesinambungan. Untuk itu perlu ditetapkan Indikator kinerja sebagai
berikut :
1. Meningkatnya kualitas sarana prasarana pelayanan Dinas Kebudayaan Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor.
2. Meningkatnya kualitas SDM pengelola administrasi yang memiliki wawasan dan
komitmen untuk mendukung pembinaan,
3. Meningkatnya pelayanan, pengembangan dan pelestarian Dinas Kebudayaan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor.
BAB III
KINERJA
A. KERANGKA PENGUKURAN
Pengukuran Kinerja Kegiatan dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja
kegiatan. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja. Data kinerja
diperoleh melalui sistem pengumpulan data kinerja dari dua sumber yaitu : (1) data
internal, yang berasal dari sistem informasi yang ada baik laporan kegiatan reguler yang
ada seperti laporan bulanan, triwulanan, semesteran dan laporan kegiatan lainnya; (2)
data eksternal digunakan sepanjang relevan dengan pencapaian kinerja Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor.
Beberapa jenis indikator kinerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengukuran
kinerja kegiatan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor tahun
2016, yaitu Indikator masukan (inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar
pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran (output). Untuk tahun
2016 indikator input ini diprioritaskan pada penggunaan dana kegiatan, SDM dan waktu
yang kemudian dilakukan pengukuran kinerja berikut dengan satuannya. Indikator
keluaran (outputs) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan
yang dapat berupa fisik dan atau non fisik. Indikator output yang digunakan bervariasi
mulai dari ouput terselenggaranya kegiatan (jumlah kegiatan), jumlah orang, jumlah
laporan, dan jumlah barang/jasa lainnya dari hasil kegiatan pelayanan pelaksanaan tugas
lainnya, dengan satuan kegiatan, orang, paket, buah, unit, rupiah dan sebagainya.
Indikator hasil (outcomes) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya
keluaran (outputs) kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Indikator ini
menggunakan angka mutlak dan relatif (%). Indikator manfaat (benefits) dan dampak
(impacts) yang berkaitan dengan kegiatan tahun anggaran 2016 dilakukan pengukuran
untuk jangka menengah atau jangka panjang.
Pengukuran kinerja mencakup kinerja kegiatan yang merupakan tingkat
pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja kegiatan. Pengukuran kinerja
dimaksud dilakukan dengan menggunakan Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor. Pengukuran tingkat
pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan. Pengukuran
kinerja dimaksud dilakukan dengan menggunakan Formulir Penetapan Kinerja Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor.
Perhitungan persentase pencapaian rencana tingkat capaian (target)
memperhatikan karakteristik komponen realisasi dalam kondisi :
1. Semakin tinggi realisasi mengambarkan pencapaian rencana tingkat capaian yang
semakin baik, maka digunakan rumus :
2. Semakin tinggi realisasi menunjukan semakin rendah pencapaian rencana tingkat
capaian, maka digunakan rumus :
Evaluasi terhadap capaian kinerja sasaran dinilai dengan skala pengukuran ordinal
yang dibuat dengan menggunakan asumsi sebagai berikut :
1. Jika nilai persentase capaian kinerja sasaran lebih besar atau sama dengan nilai lebih
dari 100% dikategorikan Sangat Baik.
2. Jika nilai persentase capaian kinerja sasaran lebih besar atau sama dengan nilai 85%
dikategorikan Baik.
3. Jika nilai persentase capaian kinerja sasaran berada diantara nilai 75% sampai
dengan 85% dikategorikan Cukup.
4. Jika nilai persentase capaian kinerja sasaran lebih kecil atau sama dengan 55%
sampai dengan 75% dikategorikan Sedang.
5. Jika nilai persentase capaian kinerja sasaran lebih kecil atau sama dengan 55%
dikategorikan Kurang.
% Pencapaian Realisasi
Rencana Tingkat = X 100 %
Capaian Rencana
Capaian
% Pencapaian Rencana – (Realisasi-Rencana)
Rencana Tingkat = X 100%
Capaian Rencana
MISI I
MENJADIKAN BOGOR KOTA YANG CERDAS DAN BERWAWASAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tujuan I. 2. Menciptakan lingkungan belajar dengan modal sosial yang kuat
Target Realisasi Capaian (%) Kategori
3 Jumlah penyelenggaraan event kreatif budaya kali 4 6 14 233 Sangat Baik 7 Pengelolaan Keragaman
Budaya Kebudayaan
NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN Kondisi Tahun 2016
Kinerja Awal
CAPAIAN KINERJA SASARAN
Kondisi
Satuan Akhir 2019 PROGRAM BIDANG URUSAN
Berkembangnya
ruang kreasi,
inovasi, dan
berbagi untuk
masyarakat
Setelah evaluasi kinerja, selanjutnya dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas.
Analisis efisiensi dilakukan dengan membandingkan antara output dan input baik untuk
rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan
dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu.
Efisiensi terjadi jika realisasi masukan yang lebih kecil dari target, realisasi keluaran tetap
diperoleh sesuai dengan targetnya, ataupun realisasi masukan yang sesuai dengan
targetnya, diperoleh realisasi keluaran yang lebih besar dari targetnya. Hal ini juga
menunjukkan bahwa realisasi melampaui target. Berdasarkan pengukuran kinerja
kegiatan dilakukan evaluasi terhadap pencapaian setiap indikator kinerja. Disbudparekraf
mempunyai nilai rata – rata Sangat Baik (493,98%).
B. Evaluasi dan Analisis Kinerja
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran strategis Dinas Kebudayaan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor tahun 2016 yang mendukung pada
pencapaian Visi dan Misi Kota Bogor, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Urusan Kebudayaan:
MISI I : Menjadikan Bogor Kota yang Cerdas dan Berwawasan Teknologi
Informasi dan Komunikasi
Tujuan I.2. : Menciptakan lingkungan belajar dengan modal sosial yang kuat
Sasaran 2 : Berkembangnya ruang kreasi, inovasi, dan berbagi untuk masyarakat
MISI IV.
Menjadikan Bogor sebagai kota jasa yang berorientasi pada kepariwisataan dan ekonomi kreatif
Tujuan IV. 1.Menjadikan warisan budaya sebagai aset kota
Target Realisasi Capaian (%) Kategori Keterangan
1 Persentase grup kesenian yang aktif memelihara dan
mengembangkan seni dan budaya (%) % 70 82 82 100 Sangat Baik Tercapai 100 Pengembangan Nilai Budaya
2 Jumlah lembaga yang menangani bidang kesenian
dan budaya lembaga 8 1 5 500 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
16
3 Jumlah kelompok pelestari warisan budaya kelompok 51 2 10 500 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
62
4 Jumlah kegiatan pelestarian warisan budaya yang
melibatkan masyarakat kegiatan 91 8 7 87,5 Sangat Baik
Tidak
Mencapai
Target
130
5 Jumlah Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian
dan Pengembangan Budaya orang 2.447 2.691 2.695 100,15 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
3941
1 Jumlah kemitraan dalam pelestarian warisan
budaya kemitraan 9 1 33 3300 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
16
Pengembangan kerjasama
pengelolaan kekayaan
budaya
2 Jumlah Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan kawasan 1 1 3 300 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
5 Pengelolaan Kekayaan
Budaya
3 Jumlah gelar seni dan budaya yang diselenggarakan kali 30 10 75 750 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
80
4 Jumlah kegiatan pengadaan sarana prasarana
pendukung di kawasan Cagar budaya kegiatan 30 5 4 80 Baik
Tidak
Mencapai
Target
70
5 Jumlah kegiatan pengadaan sarana prasarana
kesenian budaya kegiatan 68 15 0 0 Kurang
Tidak
Mencapai
Target
145
6 Gedung Kesenian gedung 1 1 1 100 Sangat Baik Tercapai 2
7 Jumlah kelompok/komunitas kesenian budaya di
Kota Bogor yang dibina
kelompok /
komunitas 20 2 3 150 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
30
Jumlah sanggar kesenian budaya di Kota Bogor
yang dibina sanggar 40 2 6 300 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
52
9 Jumlah Cagar Budaya yang diinventarisir cagar
budaya 224 3 3 100 Sangat Baik Tercapai 239
10 Jumlah peraturan daerah yang mengatur pelestarian
budaya perda 1 0 0 Kurang
Tidak
Mencapai
Target
3 Tersedianya
kebijakan/peratura
n daerah yang
mengatur Warisan
Budaya
1 Jumlah Cagar Budaya yang ditetapkan oleh
Peraturan daerah
cagar
budaya 30 2 0 0 Kurang
Tidak
Mencapai
Target
40 Pengelolaan Kekayaan
Budaya Kebudayaan
NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN Kondisi
Kinerja Awal
CAPAIAN KINERJA SASARAN
Kondisi
Akhir 2019
Pengelolaan Keragaman
Budaya Kebudayaan
Terpeliharanya
kelestarian warisan
budaya
2
Satuan
Kebudayaan
Meningkatnya
peran serta
masyarakat dalam
pengelolaan
warisan budaya
1
Pengelolaan Keragaman
Budaya
Tahun 2016 PROGRAM BIDANG URUSAN
Pengembangan kerjasama
pengelolaan kekayaan
budaya
Kebudayaan
1. Jumlah penyelenggaraan event kreatif budaya (8)
Penyelenggaraan event kreatif selama tahun 2016 tercatat sebanyak 14 kali
pagelaran. Pagelaran tersebut yaitu Pagelaran di Kemuning Gading (8 kali) yaitu
Pagelaran Teater (3 kali), Pagelaran Kroncong, Pagelaran Film, Pagelaran Musik
Jalanan, Pagelaran Musik Tradisi, Pagelaran Seni Rupa.
Pagelaran Teater dan Pagelaran Musik Tradisi
MISI IV : Menjadikan Bogor sebagai kota jasa yang berorientasi pada
kepariwisataan dan ekonomi kreatif
Tujuan IV.1. : Menjadikan warisan budaya sebagai aset kota
Sasaran 1 : Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan warisan
budaya
1. Persentase grup kesenian yang aktif memelihara dan mengembangkan seni dan
budaya (%) (82)
Tahun 2016 terdata sebanyak 39 sanggar yang ada di kota Bogor terdapat 32 sanggar
(82%) yang aktif memelihara dan mengembangkan seni dan budaya kota Bogor.
Sanggar yang aktif dalam usaha mengelola warisan budaya baik itu kesenian, budaya
masyarakat setempat, baik dalam bentuk pelatihan, yang dilakukan oleh sanggarsanggar seni secara rutin bahkan sekaligus dalam menginformasikannya langsung
kepada masyarakat luas dengan adanya program evaluasi seni baik itu tari, karawitan
dan seni budaya lainnya yang dilaksankan di pusat-pusat keramaian. Sehingga
dengan demikian peran serta masyarakat dalam pengelolaan keragaman warisan
budaya bisa berjalan dengan baik.
Pementasan Seni Boboko Logor, Sanggar Etnika Daya Sora
2. Jumlah lembaga yang menangani bidang kesenian dan budaya (5)
Lembaga yang menangani bidang kesenian dan Kebudayaan yang juga merupakan
mitra Disbudparekraf dalam mendorong pengembangan bidang kesenian dan
kebudayaan juga mulai bermunculan. Selain dengan lembaga-lembaga seni budaya
yang ada di Kota Bogor, Disbudparekraf juga menjalin kemitraan dengan Dinas
lembaga terkait dari luar daerah atau dengan Provinsi Jawa Barat. Dari jalinan
kerjasama kemitraan tersebut beberapa kegiatan bisa dilaksanakan untuk
memberikan ruang ekspresi bagi sanggar-sanggar binaan di Kota Bogor. Bahkan dari
kegiatan – kegiatan kemitraan tersebut melahirkan prestasi yang membanggakan.
Lembaga-lembaga itu adalah Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Bogor, Sentra
Daksa, Komunitas Kroncong Asean, PEPADI (Persatuan Pedalangan
Indonesia), Yayasan Condet Jakarta.
Pementasan Wayang Golek Tingkat Kecamatan
3. Jumlah kelompok pelestari warisan budaya (10)
Kelompok Pelestarian Warisan Budaya pada tahun 2016 terdiri dari:
1. Kelompok Permainan Anak Tradisional
2. Kelompok Rampak Sekar
3. Kelompok Budaya Bogor
4. Pelestari budaya Kujang
5. Kelompok Tari Permainan Anak Tradisional/ Kaulinan Urang Lembur
6. Kelompok Pemerhati Bahasa Sunda
7. Kelompok Seni Sunda
8. Kelompok Musik Sunda
9. Kelompok Karawitan
10. Kelompok Teater Anak
Kelompok Rampak Sekar di Kota Bogor
4. Jumlah kegiatan pelestarian warisan budaya yang melibatkan masyarakat (7)
Pelestarian Warisan Budaya Yang Melibatkan Masyarakat yaitu:
1) Festival Kaulinan Urang Lembur
2) Festival Rampak Sekar
3) Dialog Budaya
4) Sosialisasi Kaulinan Urang Lembur
5) Festival Tari Kaulinan Urang Lembur Tk. Kota
6) Festival Tari Kaulinan Urang Lembur Tk. Provinsi
7) Workshop Bahasa Sunda
Workshop Bahasa Sunda
5. Jumlah Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya (2.695)
Masyarakat kota Bogor sudah mulai memahami akan pentingnya melestarikan seni
budaya. Setiap tahunnya semakin meningkat partisipasi masyarakat ini. Sebanyak
2.695 orang yang terbagi ke dalam 39 sanggar di kota Bogor tercatat sebagai anggota
sanggar pelestari dan pengembang budaya.
Sasaran 2 : Terpeliharanya kelestarian warisan budaya
1. Jumlah kemitraan dalam pelestarian warisan budaya (33)
1) Sekolah 21 buah
2) Komunitas 10 buah
3) DK3B (Dewan Kesenian Kota Bogor)
4) Museum
Dengan adanya kegiatan tersebut maka akan memberikan dampak yaitu
mengenalkan, mengembangkan, melestarikan dan mencintai terhadap warisan
budaya baik bagi generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Pementasan Tarian Tingkat Sekolah
2. Jumlah Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan (3)
Kota Bogor memilliki banyak potensi tinggalan jaman dulu yang apabila dilestarikan
akan menambah khasanah kekayaan budaya, dan menjadi warisan budaya kepada
generasi selanjutnya. Selain berupa tinggalan seperti situs juga meninggalkan
bangunan-bangunan tinggalan jaman kolonial dengan gaya arsitektur yang beragam
sesuai pada jamannya. Beberapa berupa rumah tinggal yang membentuk suatu
kawasan dan perlu dilestarikan. Untuk tahun 2016 ada 3 (tiga) kawasan yang
dipelihara yaitu kawasan Kebun Raya Bogor, kawasan Pecinan Suryakencana dan
kawasan Taman Kencana (Carsten Plan).
Kawasan Pecinan Suryakencana
3. Jumlah gelar seni dan budaya yang diselenggarakan (75)
Pergelaran kesenian tersebut dimaksudkan adalah untuk memberikan ruang ekspresi
bagi sanggar-sanggar yang ada di Kota Bogor dengan adanya ruang ekspresi dalam
bentuk pergelaran ataupun festival. Sanggar-sanggar khususnya para praktisi seni
tersebut, akan terolah daya kreatifitasnya dalam menampilkan seni pertunjukan yang
dimiliki oleh sanggar-sanggar tersebut. Dari Target pergelaran Kesenian 10 kali
tahun 2015 bisa melaksanakan pergelaran dan festival seni sebanyak 53 kali yaitu :
pementasan kecapi suling (8 kali), Pergelaran Insidentil di Kota Bogor (20 kali),
Pagelaran Kesenian dalam rangka Kegiatan Cap Go Meh, Pagelaran Wayang Golek
(6 kecamatan), Kegiatan Pagelaran dalam rangka Ngubek Setu, Helaran Seni
Budaya dalam Rangka HJB, Lomba /Festival Marawis antar kelurahan se – Kota
Bogor, Kegiatan Binojak Rama Padalangan, Pagelaran Wayang Golek di Plaza Balai
Kota, Malam Anugrah Kebudayaan, Parade Teater Kampus, Pameran Seni Rupa,
Festival/Lomba Drama Juang, Festival Kemasan Seni Pertunjukan, Pagelaran Dalam
Rangka Festival Bunga dan Buah, Pagelaran Konser Musik, Pagelaran Kesenian Di
Kemuning Gading (8x), Pergelaran di Luar Kota Bogor, Helaran Seni Budaya di
Kab. Purwakarta, Festival Seni Helaran, Festival/Lomba Seni TK Jawa Barat,
Pagelaran dalam rangka kegiatan APEKSI, Pergelaran Kesenian dalam Rangka
Kegiatan JKPI, Festival Budaya di Thailand Sanggar Citra Budaya, FIRTLE
ASEAN UNTIZEN MISI PERTUKARAN BUDAYA ANAK-ANAK SE- ASEAN,
Kegiatan Binojakrama Padalangan TK Jawa Barat, Pagelaran Kesenian di Taman
Mini, Kegiatan Pagelaran Kemilau Nusantar, Festival Kuwung Banyuwangi,
Pasanggiri Karawitan Tari dan Teater se- Wilayah 1 TK Jawa Barat, Pagelaran
Kesenian dalam Rangka Hari Jadi Bogor di Kabupaten Bogor, Festival Musik
Daerah TK Nasional Mewakili Jawa Barat di Parigi Moutong, Palu, Sulawesi
Tengah, Helaran Seni Budaya di Kab. Indramayu, Pagelaran Seni di Taman Budaya
Jawa Barat, Mewakili Jawa Barat pada kegiatan Duta Seni Pelajar se Jawa, Bali dan
Lampung, Kegiatan Gelar Kesenian Rakyat dan Pameran UMKM se- Wilayah
Bogor, Pagelaran Seni Budaya di Kota Bekasi, Kegiatan Revitalisasi Seni Tayub.
Hal ini berarti melebihi target yang direncanakan. Ruang ekspresi dalam bentuk
pergelaran tersebut dilakukan bukan hanya di Kota Bogor saja , akan tetapi di luar
kota Bogor, baik di Tk Jawa Barat, Nasional bahkan even International.
Pagelaran Seni Pencak Silat
4. Jumlah Kegiatan pengadaan sarana prasarana pendukung di kawasan Cagar Budaya
(4)
Dalam pelestarian Cagar Budaya diperlukan sarana prasarana pendukung sebagai
bagian dalam melindungi, mengembangkan serta memanfaatkan dari suatu kawasan
Cagar Budaya. Untuk tahun 2016 diajukan 5 (lima) buah papan nama cagar budaya
sebagai sarana informasi bagi masyarakat namun dapat terealisasi hanya 4 (empat)
buah, dikarenakan keterbatasan dana yang tersedia. Papan - papan tersebut dipasang
di Gereja Bethel, Panti Asuhan Bina Harapan, Makam Shalawat Empang, Al Habib
Muhammad Bin Abubakar Al Bunmay.
5. Jumlah kegiatan pengadaan sarana prasarana kesenian budaya (0)
Selain ruang ekspresi dalam bentuk pergelaran kesenian, yang dilakukan oleh
Pemerintah Kota Bogor salah satunya adalah dengan pemberian bantuan sarana
prasarana peralatan kesenian kepada komunitas masyarakat, lembaga/Sanggar, dan
sekolah. Antara lain bantuan peralatan kesenian tradisional Marawis, Kosidah,
Angklung dan Gamelan Degung. Dengan bantuan tersebut diharapkan keberadaan
seni tradisional islami marawis dan kosidah, yang dan seni angklung, serta seni
degung banyak hidup di kalangan masyarakat bisa tetap terpelihara dengan baik.
Namun pada tahun ini tidak dapat memberikan bantuan tersebut karena ketiadaan
anggaran dana.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
6. Gedung Kesenian (1)
Jumlah gedung kesenian yang ada pada tahun 2016 sebanyak 1 (satu) buah yaitu
gedung kesenian Kemuning Gading yang beralamat di Jl. Kapten Muslihat.
Gedung Kemunig Gading
7. Jumlah kelompok/komunitas kesenian budaya di Kota Bogor yang dibina (3)
Dinas Kebudayaan mencoba mengajak masyarakat dan komunitas untuk bersamasama melakukan pelestarian dan pengembangan dan penggalian warisan budaya di
Kota Bogor.
Dalam usaha tersebut disetiap wilayah kecamatan yang ada di Kota Bogor terdapat
komunitas-komunitas dan group kesenian. Komunitas – komunitas itu adalah
komunitas Penyanyi Jalanan, Komunitas Celempung Jaka Sunda, Komunitas
Keroncong.
Komunitas Celempung Jaka Sunda
8. Jumlah sanggar kesenian budaya di Kota Bogor yang dibina (6)
Kegiatan Pergelaran kesenian dalam bentuk Festival dan lain-lain, selain bisa
menampilkan karya seni yang bisa diapresiasi oleh masyarakat, juga dari kegiatan
dimaksud sudah bisa melahirkan karya-karya seni baru yang digarap oleh sanggarsanggar seni di Kota Bogor. Pada tahun 2016 ada 6 sanggar yang dibina yaitu
Sanggar Andika, Sanggar Gelar Gunara, Sanggar Citra Budaya, Sanggar Edas,
Sanggar Getar Pakuan, Sanggar Gandes Pamantes.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Pagelaran Seni Salah Satu Sanggar Seni Kota Bogor
9. Jumlah Cagar Budaya yang diinventarisir (3)
Pada awal tahun 2016 Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui
seksi Pelestarian Cagar Budaya Bidang Kebudayaan melakukan inventarisasi
tambahan terhadap potensi Cagar Budaya dan memenuhi kriteria sebagai Cagar
Budaya di wilayah Kota Bogor meliputi 6 (enam) kecamatan dan terdapat tambahan
inventarisasi (tahun 2015 telah terinventarisasi sebanyak 261 buah) sebanyak 3 buah
objek yang diduga dan memenuhi kriteria sebagai Cagar Budaya yaitu Makam Al
Habib Muhammad Bin Abubakar Al Bunmay, Makam Mbah Sripah, Makam Tua
Astana Gede.
10. Jumlah peraturan daerah yang mengatur pelestarian budaya (0)
Belum adanya peraturan daerah yang mengatur pelestarian budaya dikarenakan tidak
adanya anggaran yang tersedia.
Sasaran 3 : Tersedianya kebijakan/peraturan daerah yang mengatur Warisan
Budaya
1. Jumlah Cagar Budaya yang ditetapkan oleh Peraturan Daerah (0)
Dalam melestarikan Cagar Budaya diperlukan suatu payung hukum yang mengatur
tentang keberadaan Cagar Budaya khususnya di daerah. Undang-undang Nomor 11
Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dalam
membuat regulasi atau payung hukum terkait Cagar Budaya di daerah, dalam hal ini
dapat berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Walikota. Namun saat ini belum
ada Cagar Budaya yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah karena Perda yang
mengatur hal itu masih dalam bentuk Naskah Dinas. Diharapkan naskah dinas itu
dapat disetujui menjadi peraturan daerah pada tahun 2016 ini.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Setiap Benda, Situs, Bangunan, Struktur dan Kawasan Cagar Budaya di daerah
ditetapkan oleh Kepala Daerah atas rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya
(TACB). Peraturan Daerah hanya mengatur regulasi terkait keberadaan Cagar
Budaya itu sendiri agar tetap lestari. Tim Ahli Cagar Budaya dibentuk melalui Surat
Keputusan Kepala Daerah memiliki tupoksi untuk mengkaji setiap Benda, Situs,
Bangunan, Struktur dan Kawasan Cagar Budaya dan merekomendasikan hasilnya
kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya atau tidak.
Dampak Positif yang timbul terhadap Kelestarian Benda Cagar Budaya di Kota
Bogor Sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Cagar Budaya adalah
warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar
Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di
darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai
penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan
melalui proses penetapan.
Tujuan Pelestarian Cagar Budaya diantaranya meningkatkan harkat dan martabat
bangsa, memperkuat kepribadian bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan
mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.
Ada 3 (tiga) aspek penting dalam hal pelestarian Cagar Budaya yaitu Perlindungan,
Pengembangan dan Pemanfaatan. Salah satu dalam pemanfaatan Cagar Budaya
adalah sektor Pariwisata dimana ada manfaat ekonomi, namun bukan tujuan utama
dalam pelestarian kebudayaan, namun merupakan dampak positif dari Pelestarian
Cagar Budaya.
Dampak dari Pelestarian Cagar Budaya :
Ekonomi;
? Menciptakan lapangan pekerjaan: pengelola, perparkiran, pemasukan tiket
masuk, guide;
? Cagar budaya bisa membiayai dirinya sendiri, yang berarti meringankan beban
APBN/APBD;
? Tumbuhnya perekonomian di sekitar cagar budaya: perdagangan, penginapan,
restoran, industri kerajinan .Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Tujuan IV. 2. Menguatkan identitas dan citra Kota Bogor (City Branding )
Target Realisasi Capaian (%) Kategori Keterangan
4 Tumbuh
berkembangnya
aktivitas MICE
(Meeting,
Incentives,
Conferences/
Convention,
Exhibitions/
Event s)
1 Jumlah sarana dan prasaranan pendukung MICE 6 8 8 100 Sangat Baik Tercapai 14 Pengembangan Destinasi
Pariwisata Pariwisata
NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN Kondisi
Kinerja Awal
CAPAIAN KINERJA SASARAN
Kondisi
Satuan Tahun 2016 Akhir 2019 PROGRAM BIDANG URUSAN
Non-ekonomi:
? Perbaikan infrastruktur
? Kebanggaan suatu daerah
? Identitas daerah
? Lestarinya warisan leluhur
Urusan Pariwisata:
Tujuan IV.2. : Menguatkan identitas dan citra Kota Bogor (City Branding)
Sasaran 4 : Tumbuh berkembangnya aktivitas MICE (Meeting, Incentives,
Conferences/ Convention, Exhibitions/ Events)
1. Jumlah sarana dan prasaranan pendukung MICE (8)
MICE yang secara teknis merupakan singkatan dari Meeting, Incentive,
Conference and Exhibition, digolongkan ke dalam industri pariwisata. MICE bisa
diartikan sebagai wisata konvensi, dengan batasan: usaha jasa konvensi, perjalanan
intensif, dan pameran merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasa pelayanan
bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan,dan
sebagainya). Pada umumnya kegiatan konvensi berkaitan dengan kegiatan usaha
pariwisata lain, seperti transportasi, akomodasi, hiburan, perjalanan pra- dan pascakonferensi (pre-and post-conference tours).
MICE dan bisnis pariwisata merupakan bisnis dengan high-quality dan highyield, yang memberikan kontribusi tinggi secara ekonomi bagi Kota Bogor. High
Quality berarti kualitas pelayanan yang diberikan mampu memberikan kepuasan
kepada setiap peserta, high yield berarti kegiatan wisata konvensi.
Berkembangnya industri MICE Kota Bogor atau wisata konvensi sebagai
industri baru yang bisa menguntungkan bagi banyak pihak, karena industri MICE ini
merupakan industri yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Alasan inilah yang
menjadikan tingkat pertumbuhan para pengusaha penyelenggara MICE bermunculan,Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
sehingga tidak dipungkiri industri MICE sebagai industri masa kini yang banyak
diminati oleh para pelaku bisnis pariwisata yang merupakan kegiatan yang
berkarakteristik padat karya, memberikan kontribusi baik dari sisi penyediaan tenaga
kerja maupun dalam memberikan APBD Kota Bogor.
Pertemuan dengan para pengusaha hotel di Kota Bogor
Penambahan hotel berfasilitas MICE yang menampung 1000 orang dan untuk
pameran bisa digunakan oleh skala industri menengah keatas dengan kapasitas
ruangan yang memadai. Hotel yang memadai untuk tempat membuat MICE adalah:
a. Hotel Santika
b. Hotel Salak The Heritage
c. Hotel Pajajaran Suite Bogor Nirwana Residence
d. Hotel Royal
e. Hotel Brajamustika
f. Hotel Aston
g. Savero Golden Flower
h. Hotel New Mirah
Fasilitas MICE Savero Golden FlowerLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Tujuan IV. 3. Mengembangkan Pariwisata Kota Bogor yang berkarakter
Target Realisasi Capaian (%) Kategori Keterangan
1 Jumlah destinasi wisata yang dikembangkan 16 1 18 1800 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
18 Pengembangan Destinasi
Pariwisata
2 Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara orang 3.769.787 4.561.442 5.063.201 111,00 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
6.071.280
3 Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara orang 183.807 222.406 246.870 111,00 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
296.023
4 Jumlah event/pameran yang diikuti per tahun pameran 6 1 6 600 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
8
5 Badan promosi pariwisata daerah yang terbentuk 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! Tercapai 1
2
1 Jumlah kompepar 1 1 6 600 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
6
2 Jumlah kerjasama yang dilakukan kerja sama 1 1 5 500 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
1
Tahun 2016
Berkembangnya
destinasi wisata
Pariwisata
Pengembangan Pemasaran
Pariwisata
Meningkatnya
peran kelembagaan
pariwisata Pengembangan Kemitraan Pariwisata
1
NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN Kondisi
Kinerja Awal
CAPAIAN KINERJA SASARAN
Kondisi
Satuan Akhir 2019 PROGRAM BIDANG URUSAN
Tujuan IV. 3. : Mengembangkan Pariwisata Kota Bogor yang berkarakter
Sasaran 1 : Berkembangnya destinasi wisata
1. Jumlah destinasi wisata yang dikembangkan (18)
Pembuatan Papan Petunjuk berupa Neon Box dilaksanakan pada tanggal 12 Februari
s/d 12 April 2016 sebanyak 4 buah dan ditempatkan di:
1) Lampu merah jalan Juanda
2) Air Mancur
3) Tol Baranangsiang
4) Taman Lampu Merah Sukasari
Alat dan sarana informasi tujuan ke objek wisata yang ada di Kota Bogor berupa
neon box adalah dalam upaya merealisasikan pengembangan objek – objek wisata di
kota Bogor. Objek – objek wisata tersebut anatara lain adalah:
1) Museum Zoologi
2) Museum Etnobotani
3) Museum Balai Kirti
4) Museum Peta
5) Museum Perjuangan
6) Museum Pertanahan
7) Kebun Raya
8) Batu Tulis
9) Situ Gede
10) Situ AngelineLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
11) Katulampa
12) Jungle Water Park
13) Jaungle Land
14) Marcopolo
15) Taman Kencana
16) Taman Ekspresi
17) Taman Obat Sringanis
18) Kuntum Nurseris
2. Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara (5.063.201)
Jumlah kunjungan wisatawan di kota Bogor dapat dihitung melalui 2 jenis kunjungan
yaitu Kunjungan Terhadap Jenis Usaha Obyek Wisata dan Kunjungan Terhadap
Jenis Usaha Akomodasi
Jenis Wisatawan Kunjungan Terhadap Jenis
Usaha Obyek Wisata
(orang)
Kunjungan Terhadap
Jenis Usaha Akomodasi
(orang)
Jumlah
(orang)
Wisatawan Nusantara 2.558.600 2.504.601 5.063.201
3. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara (246.870)
Jenis Wisatawan Kunjungan Terhadap Jenis
Usaha Obyek Wisata
(orang)
Kunjungan Terhadap
Jenis Usaha Akomodasi
(orang)
Jumlah
(orang)
Wisatawan Macanegara 65.557 181.313 246.870
Ket : Wisatawan Mancanegara berasal dari Malaysia, Hongkong, Jepang, Belanda, Amerika, India, China,
Australia, Taiwan, Korea, Thailand, Brunai, Jerman, Perancis (Sumber: Buku Data Potensi Pariwisata Kota Bogor
Tahun 2016)
Sejalan dengan hal tersebut dampak pariwisata terhadap kondisi sosial
ekonomi masyarakat lokal menjadi delapan kelompok besar, yaitu :
1) Dampak terhadap penerimaan PAD Kota Bogor
2) Dampak terhadap pendapatan masyarakat sekitar
3) Dampak terhadap kesempatan kerja
4) Dampak terhadap harga-hargaLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
5) Dampak terhadap distribusi masyarakat atau keuntungan
6) Dampak terhadap kepemilikan dan kontrol
7) Dampak terhadap pembangunan pada umumnya
8) Tumbuh dan berkembangnya para pelaku usaha yang menjadikan peluangpeluang pertumbuhan ekonomi Kota Bogor
Dari penjabaran diatas adanya pengaruh yang signifikan antara jumlah
kunjungan wisatawan terhadap anggaran pembangunan Kota Bogor, maka perlu
diperhatikan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk dapat lebih meningkatkan fasilitas
dan perawatan obyek wisata yang lebih baik serta dapat menciptakan atau membuka
obyek wisata baru yang memiliki daya tarik untuk didatangi oleh wisatawan baik
nusantara maupun mancanegara dengan Anggaran untuk sektor Pariwisata lebih
dimaksimalkan dan ditingkatkan lagi karena fasilitas yang baik serta bertambahnya
obyek wisata akan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke obyek wisata, hal ini
akan mempengaruhi penerimaan retribusi obyek wisata dan pendapatan asli daerah
(PAD) sehingga pada akhirnya akan berpengaruh terhadap anggaran pembangunan
Kota Bogor.
4. Jumlah event/pameran yang diikuti per tahun (6)
a. Pameran Pembangunan Kota Bogor (Murembang) yang dilaksanakan pada
tanggal 14 Maret s/d 18 Maret 2016 bertempat di Plaza Balaikota Bogor.
Disbudparekraf mengisi standnya dengan hasil kerajinan kreatif para UKM
Parkinabo dan visualisasi objek daya tarik wisata dan budaya Kota Bogor.
b. Pameran Borneo Expo. Pameran yang bertempat di Pontianak Convention
Centre diikuti oleh 122 stand dari 20 kabupaten/kota di Indonesia ini
berlangsung mulai dari 16-20 Maret 2016, bersamaan dengan dilangsungkannya
Pameran Produk Lokal (Proloc) Market di tempat yang sama. Disbudparekraf
Kota Bogor diisi dengan materi pameran berupa kerajinan pisau, batik Bogor,
makanan khas Bogor dan visualisasi objek daya tarik wisata dan budaya Kota
Bogor.
c. Pameran Citra Pariwisata Jawa Barat adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh Balai
Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah. Pameran yang bertujuan untukLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
mengenalkan potensi-potensi yang ada di masing - masing daerah ini di ikuti oleh
seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada
tanggal 20 - 22 Mei 2016 di Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah.
Stand Kota Bogor Menampilkan hasil kerajinan, kuliner dan visualisasi daya tarik
wisata dan budaya Kota Bogor.
d. Indonesia City Expo (ICE) 2016 merupakan ajang promosi kota - kota seluruh
Indonesia yang dipusatkan di Gelora Kota Baru Kota Jambi Provinsi Jambi pada
tanggal 27 – 31 Juli 2016. Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada
ajang ICE 2016 ini membawa produk-produk khas Kota Bogor, yaitu produk oleholeh makanan dari Lapis Talas Sangkuriang, produk produk kerajinan kujang dan
pisau serta visualisasi pariwisata Kota Bogor
e. Pameran dan Roadshow A Land of Harmoni 2016. Kegiatan Pameran dan sosialisasi
objek pariwisata, kerajinan tangan, makanan dan minuman khas dari beberapa
pengrajin di Kabupaten dan Kota Bogor, yang diselenggarakan di Mall Thamrin City
pada tanggal 4 - 5 Desember 2016. Pada Pameran ini ada 14 stand yang diisi oleh
pelaku usaha pariwisata dan kreatif dari kota dan kabupaten Bogor.
f. Pameran Bogor Tourism Mart and Expo di Cibinong City Mall tanggal 2 – 5 Juni
2016. Kegiatan ini mempromosikan tentang objek - objek wisata, sarana prasarana,
kerajinan dan makan khas kota Bogor.
Pameran Disbudpar Kota BogorLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Sasaran 2 : Meningkatnya peran kelembagaan pariwisata
1. Jumlah kompepar (6)
Pelatihan dan pembinaan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Desember
2016 yang bertempat di Gedung Graha Pool Jl. Merdeka Kota Bogor. Peserta
KOMPEPAR di 6 kecamatan terdiri perwakilan dari LPM, Ketua Rt, Ketua Rw
karang taruna kelurahan dan Pelaku Home Industri / pelaku wisata sebagai
penunjang kegiatan kegiatan dalam memberikan kemajuan dan edukasi bagi anggota
Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata (FK-Kompepar) Kota Bogor.
Kegiatan Orientasi Lapangan dilaksanakan pada hari Rabu s/d Jumat tanggal 14 - 16
Desember 2016 ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung
Sumatra Selatan.
Peserta orientasi lapangan tersebut berjumlah 21 orang, terdiri 12 orang wakil Forum
Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata (FK-Kompepar) dari 6 kecamatan di
Kota Bogor dan 9 orang Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota
Bogor. KOMPEPAR di 6 kecamatan kota Bogor yaitu :
1) Kompepar Kecamatan Bogor Tengah
2) Kompepar Kecamatan Bogor Barat
3) Kompepar Kecamatan Bogor Timur
4) Kompepar Kecamatan Bogor Selatan
5) Kompepar Kecamatan Bogor Utara
6) Kompepar Kecamatan Tanah Sareal
Kegiatan orientasi lapangan / pengembangan wawasan ini bermaksud untuk
memberikan bekal motivasi serta wawasan tentang kepariwisataan bagi peserta FKKompepar Kota Bogor di tahun 2017, sehingga kelak dapat memberikan kontribusi
bagi kepariwisataan Kota Bogor dan menjadikan mitra Dinas Kebudayaan, Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor yang handal, berkualitas dan inovatif dalam rangka
pembangunan dan mengembangkan kepariwisataan di Kota Bogor.
2. Jumlah kerjasama yang dilakukan (5)Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Tujuan IV. 4. Mengembangkan iklim ekonomi kreatif
Target Realisasi Capaian (%) Kategori Keterangan
1 Terciptanya iklim
industri kreatif
1 Jumlah Industri kreatif 172 30 30 100 Sangat Baik Tercapai 342 Pengembangan Industri
Kecil dan Menengah Industri
1 Bogor Creative Forum 0 1 0 0 Kurang Tidak
Mencapai
Target
1
2 Saung Kreatif 0 15 15 100 Sangat Baik Tercapai 68
3 Jumlah komunitas kreatif komunitas 10 10 10 100 Sangat Baik Tercapai 60
1 Jumlah insan kreatif yang menerima penghargaan orang 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! Tercapai 3 Peningkatan Kemampuan
Teknologi Industri
2 Jumlah pelatihan kewirausahaan industri kreatif kali 4 1 1 100 Sangat Baik Tercapai 9 Pengembangan Industri
Kecil dan Menengah
3 Jumlah wirausahawan kreatif baru orang 10 10 10 100 Sangat Baik Tercapai 60 Pengembangan Industri
Kecil dan Menengah
2 3
Terjalinnya
kemitraan antar
pelaku industri
kreatif Peningkatan Kreatifitas
Masyarakat
Pemberdayaan
Masyarakat dan
Kelurahan
NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN Kondisi
Kinerja Awal
CAPAIAN KINERJA SASARAN
Kondisi
Satuan Akhir 2019
Industri
Terciptanya SDM
yang kreatif dan
wirausahawan
kreatif
Tahun 2016 PROGRAM BIDANG URUSAN
1) Kerjasama yang dilakukan Disbudparekraf pada tahun 2016 dalam upaya untuk
meningkatkan dan mengembangkan objek – objek wisata di Kota Bogor,
diantaranya dengan :
- Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)
- Asosiasi Travel Agen (ASITA)
- Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI)
- Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor
- Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata (FK-Kompepar).
2) Kerjasama ini dilakukan dalam hal pengawasan, monitoring, koordinasi dan
konfirmasi Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor
dengan pengusaha, pengelola dan pelaku – pelaku objek pariwiasata di Kota
Bogor dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan daya tarik wisata di
Kota Bogor.
Dampak dari terpenuhinya target – target kegiatan ini adalah membantu
mengembangkan obyek – obyek wisata di kota Bogor. Fungsi dari kompepar itu
menghasilkan jaringan informasi, kegiatan, pengetahuan dan pengembangan
pariwisata berbasis masyarakat. Sebagai pelaku kegiatan pembangunan
pariwisata, menggali potensi dan menampung aspirasi masyarakat.
Meningkatkan peran serta masyarakat untuk peduli terhadap budaya daerah.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Tujuan IV.4. : Mengembangkan iklim ekonomi kreatif
Sasaran 1 : Terciptanya iklim industri kreatif
1. Jumlah Industri kreatif (30)
Jumlah industri kreatif yang difasilitasi pada tahun 2016 dalam rangka mencipkatan
dan membangun iklim industri kreatif yang sehat sebanyak 30 industri kreatif dari
target sebanyak 30 industri kreatif.
Sasaran 2 : Terjalinnya kemitraan antar pelaku industri kreatif
1. Bogor Creative Forum (1)
Bogor Creative Forum melakukan pembelajaran pengembangan fashion khususnya
kain tapis ke Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung. Pengembangan kain tapis
Lampung mendapatkan bantuan program IKKON dari Badan Ekonomi Kreatif yang
masih terdapat beberapa kekurangan terkait hak cipta dan duplikasi alat sulam.
2. Saung Kreatif (15)
Di kota Bogor banyak berdiri kelompok-kelompok kreatif yang pada
perkembangannya mereka membentuk saung kreatif. Hal ini dimaksudkan agar
mereka mempunyai tempat / lokasi yang tetap untuk menghasilkan karya – karya
kreatif mereka. Ada 15 (lima belas) saung kreatif yang terdata yaitu Saung Animasi,
Saung Photographer, Saung Pisau Pecinta Alam, Saung Desain, Saung Fashion,
Saung Dekorasi, Bogor Studio, Batik Tradisiku, Dapur Cihuy, Saung Komik, Rizal
Ekraf, batik Cibuluh, Gitar Bambu, Kantin Bioskop Keliling, Lukisan Daun Jati.
3. Jumlah komunitas kreatif (10)
Komunitas kreatif pada tahun 2016 ada 10 komunitas yaitu :
1. Komunitas edukasi peyapeyo
2. Komunitas kuliner pakirnabo
3. Komunitas bunga potong
4. Komunitas seni lukis
5. Komunitas pendongeng
6. Komunitas komikus.
7. Komunitas Desain Produk
8. Komunitas BatikLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
MISI V.
Mewujudkan pemerintah yang bersih dan transparan
Tujuan V. 3. Meningkatkan sinergitas antara pemerintah kota dengan elemen masyarakat
Target Realisasi Capaian (%) Kategori Keterangan
1
1 Jumlah event yang memunculkan ikatan dan
kecintaan antara warga dan kotanya event 10 1 1 100 Sangat Baik Tercapai 15
2 Jumlah warga yang berpartisipasi dalam event-event
dimaksud orang 250 50 500 1000 Sangat Baik
Tercapai dan
Melebihi
Target
500
NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN Kondisi
Kinerja Awal
CAPAIAN KINERJA SASARAN
Satuan
Meningkatnya
event-event yang
memunculkan
ikatan dan
kecintaan antara
warga dan kotanya
Pengelolaan Keragaman
Budaya Kebudayaan
Kondisi
Tahun 2016 Akhir 2019 PROGRAM BIDANG URUSAN
9. Komunitas Ilustrator
10. Komunitas Dekorasi
Sasaran 3 : Terciptanya SDM yang kreatif dan wirausahawan kreatif
1. Jumlah pelatihan kewirausahaan industri kreatif (1)
Bintek Ekonomi Kreatif dilaksanakan dengan peserta sebanyak 50 orang.
Narasumber kegiatan tersebut selain dari Pemerintah Kota Bogor juga bekerja sama
dengan Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta serta
praktisi ekonomi kreatif. Maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah dalam upaya
pengembangan usaha serta memberikan pengalaman dan wawasan kepada pelaku
ekonomi kreatif.
Pelatihan Kewirausahaan Industri Kreatif
2. Jumlah wirausahawan kreatif baru (10)
Workshop Ekonomi Kreatif dilaksanakan dengan peserta berjumlah 100 orang.
Narasumber acara adalah Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan
Sosial Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta bekerja sama dengan
Tim Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta. Maksud
kegiatan diatas adalah dalam rangka pengembangan Ekonomi Kreatif serta menggali
potensi yang ada, masalah dan kendala yang dihadapai masyarakat khususnya pelaku
ekonomi kreatif sehingga dapat dirumuskan program dan kegiatan dimasa mendatang
untuk menciptakan wirausahawan – wiraushawan baru. Setelah acara ini terdata ada
10 (sepuluh) wirausahawan kretaif baru.
MISI V. : Mewujudkan pemerintah yang bersih dan transparanLaporan Kinerja Instansi Pemerintah
Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2016
Tujuan V.3. : Meningkatkan sinergitas antara pemerintah kota dengan elemen
masyarakat
Sasaran 1 : Meningkatnya event-event yang memunculkan ikatan dan kecintaan
antara warga dan kotanya
1. Jumlah event yang memunculkan ikatan dan kecintaan antara warga dan kotanya (1)
Pada tahun 2016 Disbudparekraf telah melaksanakan kegiatan yang dapat
memunculkan ikatan dan kecintaan warga terhadap kota Bogor yaitu kegiatan
Sosialisasi Benda Cagar Budaya ke sekolah – sekolah di kota Bogor.
2. Jumlah warga yang berpartisipasi dalam event-event dimaksud (500)
Jumlah peserta dari event itu s