• +62 088 999 123

Shahlan: Pariwisata Harus Perhatikan Keunikan dan Kearifan Lokal

shahlan--pariwisata-harus-perhatikan-keunikan-dan-kearifan-lokal.png

BOGOR UTARA, Kota Bogor - Memasuki penghujung 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor masih terus mendapatkan kunjungan kerja berupa studi banding dari daerah lain. Rabu (18/12/2019) misalnya, Disbudpar Kota Tangerang, Banten yang berkesempatan berkunjung.

Rombongan yang dipimpin langsung Kepala Disbudpar Kota Tangerang Rina Hernaningsih, diterima di ruang rapat Disparbud Kota Bogor, Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor oleh Kepala Disparbud Shahlan Rasyidi dan jajaran.

Kota Tangerang yang ingin belajar mengenai pengelolaan kepariwisataan itu pun mendapatkan penjelasan yang detail bagaimana Kota Bogor yang telah berhasil melakukan hal tersebut, sehingga kota yang dipimpin Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim ini menjadi destinasi wisata favorit wisatawan lokal khususnya kawasan Jadetabek.

Dalam paparannya Shahlan menerangkan, pengelolaan pariwisata harus mengacu pada prinsip-prinsip yang menekankan pada nilai-nilai kelestarian lingkungan, komunitas lokal dan nilai-nilai sosial daerah tersebut. Sehingga wisatawan menikmati kegiatan wisatanya serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar daerah pariwisata.

"Karena pengelolaan pariwisata harus memperhatikan prinsip-prinsip yang didasarkan pada kearifan lokal dan special local sense yang merefleksikan keunikan peninggalan budaya dan keunikan lingkungan. Pariwisata juga harus preservasi, proteksi, dan peningkatan kualitas sumber daya yang menjadi basis pengembangan kawasan pariwisata," jelas Shahlan.

Dia juga menjelaskan, bahwa perlunya pengembangan atraksi wisata tambahan yang mengakar pada khasanah budaya lokal, pelayanan kepada wisatawan yang berbasis kepada keunikan budaya dan lingkungan lokal serta memberikan dukungan dan legitimasi pada pembangunan dan pengembangan pariwisata jika terbukti memberikan manfaat positif.

"Tetapi sebaliknya, mengendalikan dan atau menghentikan aktivitas pariwisata tersebut jika melampui ambang batas lingkungan alam atau akseptabilitas sosial walaupun di sisi lain mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya. (Humas Disparbud Kota Bogor/DN)

Editor : Admin Disparbud

Share On : Twitter Facebook Google+